Monday, June 4, 2018

Cara sederhana pemeriksaan mutu semen

Mutu semen yang dibeli oleh konsumen, oleh konsumen individual ataupun proyek, pada dasarnya telah dijamin melalui ketentuan dalam SNI yang mensyaratkan produsen (pabrikan) wajib menyertakan type semen pada kemasan, juga tentu seja berat isi kemasan semen. Ini kan juga tugas pemerintah melindungi hak-hak konsumen. Iya kan?

Namun demikian tidak berarti bahwa mutu semen tetap stabil selamanya. Proses yang dilalui dari pabrik hingga tiba ditangan konsumen melewati jalur yang panjang. Kondisi ini bisa menyebabkan semen rentan terhadap perlakuan yang bisa menyebabkan mutu semen berkurang. Sebut saja misalnya penanganan dalam transportasi ketoko yang tidak ditangani dengan baik meyebabkan kemasan semen robek.

Perlu dilakukan pengecekan terhadap kualitas semen yang akan dibeli. Tidak perlu harus rumit dengan menggunakan alat pengujian mutu semen sebagaimana yang ada dilaboratorium. Beberapa cara sederhana juga bisa dilakukan oleh konsumen individual.
Berikut beberapa cara sederhana pemeriksaan mutu semen :
  1.    Langkah pertama
Hal pertama yang paling penting yakni :
1.1           Pastikan kondisi kemasan semen tidak cacat, atau robek.
1.2            Lakukan pengecekan atas jahitan kemasan semen untuk melihat apakah bukan jahitan asli dari pabrik melainkan telah dijahit ulang ditingkat pengecer. dan juga jahitan kemasan semen tidak juga . 
Kemasan yang robek atau telah dijahit ulang bisa  membuat  rentan terhadap penurunan kualitas. Ini karena sebagaimana diketahui bahwa bila semen terkena air, embun, kondisi dengan tingkat kelembaban yang tinggi akan memicu reaksi bubuk semen yang ada dalam kemasan. Kemungkinan ini besar terjadi bila kemasan semen robek

   2.    Langkah lanjutan
2.1           Tinju atau pukul kemasan semen. Bila tidak keras maka indikasi semen masih bagus
2.2           Test warna . Buka kemasan dan perhatikan tampak visual bubuk semen. Warna bubuk semen harusnya seragam. Secara umum warna semen adalah abu-abu dengan sedikit bayangan warna agak hijau muda. Ini bisa mengindikasikan jumlah kadungan batu kapur dan tanah liat serta tingkat pembangkaran saat diproduksi
2.3           Uji Fisik. Bila telah ada gumpalan atau sebagian atu seluruh bubuk semen telah menjadi padat, berarti kualitas semen berkurang. Keberadaan gumpalan menunjukan proses setting telah berlangsung yang tidak lain adalah proses rekasi semen dengan atmosfir yang mengandung uap air.
2.4           Uji temperature : Celupkan/masukan jari tangan kedalam bubuk semen. Bila mutu masih bagus, tangan akan terasa dingin. Dengan kata lain belum terjadi proses hidrasi dalam semen karena selama proses hidrasi dicirikan oleh pelepasan panas
2.5           Uji bau : ambil segenggam semen dan hirup aromanya. Bila semen masih mengandung lumpur atau endapan lumpur, maka baunya akan menyerupai bau tanah
2.6           Test Raba :  Gesek ibu jari dan jari tengah pada bubuk semen. Mutu semen dikatakan masih bagus bila bubuk semen terasa halus, seperti bedak.
2.7           Uji apung. Lemparkan sejumlah  bubuk  semen kedalam wadah berisi air. Semen baik bila bubuk semen tersebut mengambang sejenak sebelum mengendap. Kualitas semen buruk bila  langsung mengendap.
2.8           Jika pasta semen ditaruh dalam wadah, misalnya gelas atau cawan, dimasukan dalam air maka bila semennya baik, pasta tidak akan larut namun tetap akan padat mengikuti bentuk wadahnya. Dan bila disimpan dalam waktu yang cukup lama (beberapa jam) semennya akan mengeras dan tidak retak.
Penjelasan ini seharusnya memberikan dasar pertimbangan bagi pabrikan, utamanya ditingkat penyalur dan bahkan bagi para konsumen. Perlakuan yang perlu diperahtikan antara lain :
   1.    Selama masa pengangkutan, hindari jangan sampai kemasan lecet, robek
  2.    Selama masa penyimpanan, tempat penyimpanan tidak mudah terpapar dengan tingkat kelembaban yang tinggi, terkenan rembesan air  

Poin penting yang diingat yakni semen bersifat hidrolisis, artinya akan berekasi bila terpapar dengan kondisi yang mengandung upa air atau terkena air. Uap air dan air bisa menjadi musuh utama semen yang masih dalam proses penyimpanan.

Penjelasan ini tentunya akan berlaku praktis untuk konsumen individual. Untuk penggunaan pada segmen kontraktor proyek, cara diatas tentulah hanya petunjuk awal. Segmen konsumen ini mempunyai cara perlakuan khusus dalam memastikan mutu semen yang memenuhi persyaratan kebutuhannya.  

English vocabulary :
preliminary inspection; field test, a rough idea, field tests to judge the quality of cement, indication of excess lime or clay, adulteration with sand. contains too much of pounded clay and silt as an adulterant, lumps should not be present in the bag, within a short amount of time. it should set and not crack, require huge apparatus to check the quality of cement. Strength of cement reduces as time goes on. Rubbing Test, Take a pinch of cement rub within your fingers. Check the stitching of cement bag and ensue the cement bag has not been re-stitched. give a smooth and not a gritty feeling. float for some time before they sink., stored at moisture free area in cement store.

Referensi
Website :

2 comments:

  1. kelinci99
    Togel Online Terpercaya Dan Games Laiinnya Live Casino.
    HOT PROMO NEW MEMBER FREECHIPS 5ribu !!
    NEXT DEPOSIT 50ribu FREECHIPS 5RB !!
    Ada Bagi2 Freechips Untuk New Member + Bonus Depositnya Loh ,
    Yuk Daftarkan Sekarang Mumpung Ada Freechips Setiap Harinya
    segera daftar dan bermain ya selain Togel ad juga Games Online Betting lain nya ,
    yang bisa di mainkan dgn 1 userid saja .
    yukk daftar di www.kelinci99.casino

    ReplyDelete

Please leave acomment.
I`ll Reply it soon

Please leave comment. I`ll Reply it soon

Subscribe via Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner