Wednesday, November 18, 2015

Terimakasih


Itulah kata yang teringat pertama kali.

Bahkan sudah sepantasnya pula terucap berulang kali.  Kata ini rasa-rasanya bukan  hanya layak untuk diucapkan, namun harus kutulis sebagai pengingat atas hari ini dan esok dan sampai kapanpun. Ada ayah, ibu kakak dan adik dan kawan yang kutau member tanpa ragu, mengabaikan untuk mengajukan persyaratan saatu ku meminta. 

Harus kuakui situasi sulit kali ini memaksaku untuk berkeluh kesah kepada mereka semua. Aku tidak terbiasa dengan semua cara ini dan itu benar-benar membuat kaku saat mengutarakan keinginan.
Ini sebuah keajaiban. 
Ya,.. memang sebuah keajaiban karena bila bukan atas dasar ketulusan, mereka semua bisa saja tidak memberikan solusi dan hanya berucap “ maaf situasinya tidak pas, tidak ada yang bisa dilakukan untuk membantu.

Thanks to you all..

No comments:

Post a Comment

Please leave acomment.
I`ll Reply it soon

Please leave comment. I`ll Reply it soon

Subscribe via Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner