Saturday, July 11, 2015

Cara uji madu


Asli atau palsukah madu yang mau dibeli? Untuk memberikan eyakinan walaupun bukan dengan cara ilmiah, cara-cara berikut dapat menjawab keraguan:
UJI PENGENDAPAN
Ambil satu gelas air putih, kemudian tuang madu ke dalam gelas.
Jika madu jatuh lurus ke dasar gelas dan air tidak keruh sampai 5 jam tanpa diaduk, kemungkinan besar madunya berkualitas bagus. Namun jika madu dituang dalam air lalu airnya langsung keruh/keruh dalam tempo 2 jam (tanpa di aduk), berarti madu tersebut jelek / palsu. Tapi test tersebut tidak mutlak dan harus digabung dengan test yang lain seperti di bawah ini
Tuang madu kedalam segelas air hangat, madu asli langsung mengendap dan tidak bercampur dengan air, jadi air tetap jernih sebelum diaduk. Madu palsu yang sudah dicampur dengan bahan lain akan lebih cepat membuat air keruh.
UJI BEKU
Madu murni ada yang bisa mengkristal (beku) dan ada yang tidak bisa beku.;
bisa mengkristal / beku, jika kadar glukosa dalam madu lebih banyak dari kadar fruktosanya. Contoh madu yang bisa mengkristal : madu karet, kelengkeng, mente dan kaliandra. Dan madu asli (murni)
tidak bisa beku jika kadar fruktosa dalam madu lebih banyak dari kadar glukosanya. Contoh : madu randu, rambutan, kopi, sono dan mangga. Pengkristalan pada madu akan lebih cepat terjadi pada daerah dingin / suhu di bawah 16 derajat celcius.
UJI GAS
Fermentasi adalah proses perubahan gula sederhana pada madu (fruktosa dan glukosa madu) menjadi ETANOL (alkohol). Fermentasi hanya bisa terjadi jika khamir / yeasts / ragi yang ada dalam madu mendapatkan media madu dengan kadar air tinggi (23 – 30%).
Semakin rendah kadar airnya, maka peluang fermentasi pada madu semakin kecil dan lambat. Madu yang aman dari fermentasi biasanya kadar air 16% – 21%, atau idealnya kadar 16 – 20%. Madu yang telah fermentasi (jika tutup botol dibuka timbul suara berdesis disertai busa yang banyak bahkan bisa meletus),tidak layak dikonsumsi apalagi untuk dijual pada konsumen.
UJI SEMUT
Semut tidak dapat dipakai menjadi acuan untuk memastikan madu itu asli atau palsu. Karena pada dasarnya, sifat semut suka pada yang manis-manis, termasuk rasa manis yang ada pada madu. Namun, semakin kental madunya (kadar airnya sedikit) semakin sulit bagi semut untuk mendeteksi lokasi rasa manis madu. Sebaliknya, bila kadar airnya tinggi (di atas 20%), maka semut mudah menghampiri.
Justru madu palsu yang memakai pemanis buatan seperti aspartam, malah tidak disukai semut.
UJI TETES
Celupkan benda bersih ke dalam botol yang berisi madu,
jika saat anda angkat madu menetes secara terputus kemungkinan madu tesebut adalah madu palsu, madu yang baik/asli tidak putus saat dideteskan.
Deperindag RI telah mengeluarkan “peraturan positif” tentang syarat mutu dan cara uji madu yang benar, yang wajib dipatuhi oleh produsen / pengemas madu yaitu SNI 0135.45 – 2004.

No comments:

Post a Comment

Please leave acomment.
I`ll Reply it soon

Please leave comment. I`ll Reply it soon

Subscribe via Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner