Friday, January 22, 2016

BUAT AGENDA BARU UNTUK TERHINDAR DARI KEGILAAN



Dalam suatu kesempatan saya menonton film berjudul Money Never Sleep. Film ini menceritakan kisah perdagangan pada bursa efek Amerika " The Wall Street".  Film menggambarkan bagaimana pebisnis mengincar keuntungan untuk usahanya.
Ada beberapa poin yang menarik yang menurutku patut untuk dicatat . Ini terungkap dalam beberapa dialog film :
Morald hazard : situasi dimana saat seseorang mengambil uang anda atau anda menaruh kepercayaan untuk berinvestasi pada suatu lembaga atau orang , dan lalu lembaga/orang tersebut tidak bertanggungjawab 
Kegilaan : melakukan hal dalam cara yang sama secara terus menerus, namun mengharapkan hasil yang berbeda.
Saya hendak memfokuskan pada poin kedua.
Dfinisi kegilaan tersebut menurutku masuk diakal. Kita kadang berharap situasi makin membaik, namun tanpa usaha apapun. Kita terpaku melakukan rutinitas yang sama dan berharap hasilnya bisa lebih. Contoh praktisnya mungkin begini : anggap status anda karyawan. Setelah sekian lama masa bakti , tidak ada kejelasan mengenai perbaikan status karyawan, atau tidak ada tawaran promosi. Lebih menyedihkan lagi, anda melihat yang lain menikmati masa kejayaan karir mereka dengan fakta bahwa anda juga berhak berada disituasi yang sama, namun tidak.
Sebagian orang dalam situasi seperti ini akan hanya mengeluh. Banyak yang mengatakan mengeluh adalah naluriah. Tidak ada yang salah dengan perilaku ini. Itu sifat alaminya manusia. Saya sepakat dan kadang itu pula yang terjadai padaku. Namun banyak juga yang mengatakan bila mengeluh terlalu berlebihan, itu akan menjadi racun. Yang nampak dari semua situasi hanyalah sisi gelap. Kita menjadi rentan terhadap perilaku buruk- emosional, mudah marah, marah yang tak terkendali, mengeluarkan kata yang kejam, malas, memberontak.  Tidak akan ada perubahan menuju keperbaikan. Sebaliknya jalan menunju kegagalan makin terbuka lebar. Respon seperti ini malahan adalah bentuk kegilaan lanjutan.
Dalam konsep bisnis, definisi ini berlaku sama benarnya. Bagaimana mungkin sebuah usaha bisa mendapatkan perbaikan pendapatan bila tetap melakukan rutinitas yang sama -  berproses dalam cara yang sama, mengelola pasar yang tetap sama, menerapkan penketan yang sama (tradisional) terhadap manajemen sumberdaya manusia.  Harus ada terobosan untuk tidak terjebak kaku dalam rutinitas.
Hmmm
 

No comments:

Post a Comment

Please leave acomment.
I`ll Reply it soon

Please leave comment. I`ll Reply it soon

Subscribe via Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner