Friday, June 5, 2015

Manajemen strategi pengantar

J. David Hunger & Thomas L. Wheelen dalam bukunya Manajemen strategis mengisahkan kisah sukses dan kegagalan perusahaan sepeda Schwin Bicycle, Akhir dari satu merek yang paling terkenal di Amerika Serikat . Pada tahun 1950-an dan 1960-an, perusahaan yang didirikan oleh Ignaz Schwinn, memimpin pasar sepeda di Amerika Serikat dimana satu dari empat sepeda yang terjual di Amerika Serikat adalah Schwinn. Menjelang tahun 1980-an, perusahaan membukukan penurunan penjualan. Kemunculan pendatang baru Trek USA dan Specialized Bicycle Component tidak direspon. Schwinn hanya berdiam diri. Antara tahun 1989 dan 1992 perusahaan mengalami kerugian sebesar $50 juta. Tahun 1992, perusahaan mengalami kebangkrutan. Disisi lain, pendatang baru menarik makin lebih banyak penggemar.

Saat Lingkungan bisnis menjadi makin kompleks dan terus menerus berubah dalam langkah yang amat cepat, maka setiap perusahaan harus mampu beradaptasi agar
bisa survive atau bahkan bisa unggul dibanding pesaingnya. Suatu organisasi dapat dikatakan berhasil apabila dapat mencapai misi,  visi,  dan tujuan tersebut. Untuk  dapat mencapainya,  organisasi  harus  merumuskan  strategi  yang kemudian dijabarkan dalam bentuk program-program atau aktivitas.
Mengelola bisnis secara strategis berarti :
  1. 1. Para manajer perusahaan dalam menjalankan bisnis bukan lagi hanya dituntut untuk memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam hal fungsional dan operasional seperti akuntansi, pemasaran, produksi dan keuangan, namun juga harus mampu mengelola perusahaan secara strategis. Melalui suatu cara berpikir strategis, akan memampukan perusahaan untuk mengelola lingkungan bisnisnya: mengelola peluang yanag ada seskarang dan dimasa mendatang, menghindarkan diri dari ancama yang ada sekarang dan dimasa mendatang. 
  1. 2.   Para manajer bukan lagi dituntut untuk hanya berfokus pada tujuan jangka pendek namun juga mendasarkan keputusannya pada perencanaan jangka panjang saat mengambil keputusan terkait masalah berupa pemilihan diantara beberapa alternative yang tersedia dan berpikir secara strategis mengenai keadaan yang melingkupinya dimasa sekarang dan prospekya dimasa mendatang.
Tentu Saja  Pilihan tindakan jangka panjang dan pendek ini harus dalam kerangka visi dan misi perusahaan.
Pertanyaanya kemudian adalah Mengapa perusahaan berbeda beda dari segi keberhasilannya? Dari yang semula memimpin pasar lalu mengalami kebangkrutan, atau dari yang awalnya biasa-biasa saja, lalu memimpin pasar. Atau malah sebaliknya dari yang semula memimpin pasar lalu bangkrut
Setiap manajer dalam mengelola perusahaan tentulah mengharapkan kondisi pertama. Sungguh prestasi luar biasa bila mengelola perusahaan yang biasa-biasa saja dulu, dan lalu mengubahnya menjelma menjadi perusahaan raksasa.
Dalam masa kompetisi yang ketat, perubahan begitu cepat. Tantangannya tentu makin berat bagi para manajer. Langkah yang telah ditetapkan untuk dijalankan sebelumnya bisa saja menjadi tidak relevan atau pendekatan dalam operasi yang ditentukan bisa malah menjadi kuno. Konsekuensinya, perubahan akan menenggelamkan suatu perusahaan. Ancamannya tentu sang manajer akan kehilangan jabatannya.
Peter drucker : Alasan mengapa perusahaan – perusahaan berhasil atau gagal mungkin ada pada satu pertanyaan utama “ strategi”.
Referensi :
Manajemen strategi : J. David Hunger & Thomas L.Wheelen
Related Journal

No comments:

Post a Comment

Please leave acomment.
I`ll Reply it soon

Please leave comment. I`ll Reply it soon

Subscribe via Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner